[intro] Bm F#m A E
Bm F#m
bila saja engkau tahu
G D A/C#
di hatiku ada kamu
Bm F#m
bila saja kau mengerti
G D A/C#
tiap waktu ada kamu
F#m G
aku tak bisa dustai hatiku
F#m G
untuk munafiki semua rasaku
Em A
dan kini ku ingin dirimu tahu
[chorus]
Bm F#m
di hatiku ada namamu
G A
setiap saat aku menantimu
Bm F#m
tak pernah berhenti memujamu
G A
meski tak ada jawab rasaku
Bm F#m
pernah ku coba berlari
G D C#m
dan bunuh rasa cintaku
Bm F#m
namun sungguh ku tak bisa
G D C#m
ternyata ku makin cinta
F#m G
aku tak bisa dustai hatiku
F#m G
untuk munafiki semua rasaku
Em A
dan kini ku ingin dirimu tahu
[chorus]
Bm F#m
di hatiku ada namamu
G A
setiap saat aku menantimu
Bm F#m
tak pernah berhenti memujamu
G A
meski tak ada jawab rasaku
[solo] Bm F#m A E
Bm G D A/C#
F#m G
aku tak bisa dustai hatiku
F#m G
untuk munafiki semua rasaku
Em A
dan kini ku ingin dirimu tahu
[chorus]
Bm F#m
di hatiku ada namamu
G A
setiap saat aku menantimu
Bm F#m
tak pernah berhenti memujamu
G A
meski tak ada jawab rasaku
[ending] Bm F#m A E
Bm F#m A E
Selasa, 22 November 2011
d'Bagindas - CINTA
[intro] Em Bm C G
Em Bm C D
G C G
Berapa kali ku harus katakan cinta
G C D
berapa lama ku harus menunggumu
C G
Diujung gelisah ini aku
C G
tak sedetikpun tak ingat kamu
Em Bm
namun dirimu masih begitu
C D
acuhkanku tak mau tahu
Em Bm
Luka, luka, luka yang kurasakan
C G
bertubi, tubi, tubi engkau berikan
Em Bm
cinta ku bertepuk sebelah tangan
C D
tapi aku balas senyum keindahan
[chorus]
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
G C G
Pernahkah engkau sejenak mengingat aku
G C D
pernahkah ingat walau seperti angin berlalu
C G
Disetiap malam kini aku
C G
tak sedetikpun tak ingat kamu
Em Bm
namun dirimu masih begitu
C D
acuhkanku tak mau tahu
Em Bm
Luka, luka, luka yang kurasakan
C G
bertubi, tubi, tubi engkau berikan
Em Bm
cinta ku bertepuk sebelah tangan
C D
tapi aku balas senyum keindahan
[chorus]
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
[solo] Em Bm C G
Em Bm C D
Em Bm
Luka, luka, luka yang kurasakan
C G
bertubi, tubi, tubi engkau berikan
Em Bm
cinta ku bertepuk sebelah tangan
C D
tapi aku balas senyum keindahan
[chorus]
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em Bm C D
G C G
Berapa kali ku harus katakan cinta
G C D
berapa lama ku harus menunggumu
C G
Diujung gelisah ini aku
C G
tak sedetikpun tak ingat kamu
Em Bm
namun dirimu masih begitu
C D
acuhkanku tak mau tahu
Em Bm
Luka, luka, luka yang kurasakan
C G
bertubi, tubi, tubi engkau berikan
Em Bm
cinta ku bertepuk sebelah tangan
C D
tapi aku balas senyum keindahan
[chorus]
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
G C G
Pernahkah engkau sejenak mengingat aku
G C D
pernahkah ingat walau seperti angin berlalu
C G
Disetiap malam kini aku
C G
tak sedetikpun tak ingat kamu
Em Bm
namun dirimu masih begitu
C D
acuhkanku tak mau tahu
Em Bm
Luka, luka, luka yang kurasakan
C G
bertubi, tubi, tubi engkau berikan
Em Bm
cinta ku bertepuk sebelah tangan
C D
tapi aku balas senyum keindahan
[chorus]
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
[solo] Em Bm C G
Em Bm C D
Em Bm
Luka, luka, luka yang kurasakan
C G
bertubi, tubi, tubi engkau berikan
Em Bm
cinta ku bertepuk sebelah tangan
C D
tapi aku balas senyum keindahan
[chorus]
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Em D
bertahan satu cinta
C G
bertahan satu C.I.N.T.A
Senin, 14 November 2011
Transistor
Transistor merupakan alat dengan tiga terminal seperti yang diperlihatkan oleh simbol sirkit pada gambar 1. Setelah bahan semikonduktor diolah, terbentuklah bahan semikonduktor jenis p dan n. walaupun proses pembuatannya sangat banyak, pada dasarnya transistor merupakan tiga lapis gabungan kedua jenis bahan tadi, yaitu PNP dan NPN. 1. Transistor PNP Jenis PNP diperlihatkan dalam gambar 2.8(a) dan jenis NPN diperlihatkan dalam gambar 2.8(b). Prinsip kerja kedua tipe ini sama, perbedaannya hanyalah keberadaannya dalam kondisi panjaran DC.
Gambar 1 Simbol sirkit untuk transistor (a) PNP; (b) NPN Gambar dibawah memperlihatkan karakteristik keluaran yang menghubungkan arus Ic dengan tegangan Vce untuk harga arus Ib tertentu. Kurva ini menyajikan hubungan antara arus masukan di satu sisi dan arus serta tegangan keluaran di sisi yang lain. Parameter yang sangat penting bagi transistor adalah penguat arus DC, yang dikenal sebagai penguat arus statis hfe. Ini adalah penguatan transistor pada keadaan stasioner, yaitu tanpa sinyal masukan. Tidak mempunyai satuan (karena suatu perbandingan).
Gambar 2. Karakteristik arus kolektor terhadap Vce pada transistor 2. Transistor NPN Kolektor dan emitter merupakan bahan semikonduktor jenis n dan lapisan diantaranya merupakan semikonduktor jenis p. Transistor bekerja dalam satu arah, yaitu dari kolektor menuju emitter, karena kedua terminal tersebut terbuat dari bahan yang sama. Pada dasarnya transistor dapat dianggap sebagai suatu piranti yang beroperasi karena adanya arus. Kalau alat mengalir ke dalam basis dan melewati sambungan basis emitter, suatu suplai positif pada kolektor akan menyebabkan arus mengalir antara kolektor dan emitter. Dua hal yang harus diperhatikan pada arus kolektor ini adalah: a. Untuk arus basis nol, arus kolektor turun sampai pada tingkat arus kebocoran, yaitu kurang dari 1 mikro Ampere dalam kondisi normal (untuk transistor dengan bahan dasar silicon). b. Untuk arus basis tertentu, arus kolektor yang mengalir akan jauh lebih besar daripada arus basis itu. Arus kolektor tersebut dicapai dengan: Ic = hfe x Ib. 3. Transistor Sebagai Saklar Cara yang termudah untuk menggunakan sebuah transistor adalah sebagai sebuah saklar, artinya bahwa kita mengoperasikan transistor pada salah satu dari saturasi atau titik sumbat, tetapi tidak di tempat-tempat sepanjang garis beban. Jika sebuah transistor berada dalam keadaan saturasi, transistor tersebut seperti sebuah saklar yang tertutup dari kolektor ke emitter. Jika transistor tersumbat (cutoff), transistor seperti sebuah saklar yang terbuka.
Gambar 3. Transistor Sebagai Saklar Gambar 3. (a) menunjukkan rangkaian switching transistor. Penjumlahan tegangan sekitar loop input memberikan:
Jika arus basis lebih besar atau sama dengan Ib (sat), titik kerja Q berada pada ujung atas garis beban (gambar 1. (b)). Dalam hal ini transistor bekerja pada ujung bawah dari garis beban, dan transistor terlihat seperti sebuah switch yang terbuka.
Perubahan arus listrik dalam jumlah kecil pada terminal basis dapat menghasilkan perubahan arus listrik dalam jumlah besar pada terminal kolektor. Prinsip inilah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat elektronik. Rasio antara arus pada koletor dengan arus pada basis biasanya dilambangkan dengan β atau hFE. β biasanya berkisar sekitar 100 untuk transistor-transisor BJT.
FET lebih jauh lagi dibagi menjadi tipe enhancement mode dan depletion mode. Mode menandakan polaritas dari tegangan gate dibandingkan dengan source saat FET menghantarkan listrik. Jika kita ambil N-channel FET sebagai contoh: dalam depletion mode, gate adalah negatif dibandingkan dengan source, sedangkan dalam enhancement mode, gate adalah positif. Untuk kedua mode, jika tegangan gate dibuat lebih positif, aliran arus di antara source dan drain akan meningkat. Untuk P-channel FET, polaritas-polaritas semua dibalik. Sebagian besar IGFET adalah tipe enhancement mode, dan hampir semua JFET adalah tipe depletion mode.
Jenis-jenis transistor
Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori:- Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide
- Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain
- Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC (Integrated Circuit) dan lain-lain.
- Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel
- Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power
- Maximum frekwensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain
- Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain
BJT
BJT (Bipolar Junction Transistor) adalah salah satu dari dua jenis transistor. Cara kerja BJT dapat dibayangkan sebagai dua dioda yang terminal positif atau negatifnya berdempet, sehingga ada tiga terminal. Ketiga terminal tersebut adalah emiter (E), kolektor (C), dan basis (B).Perubahan arus listrik dalam jumlah kecil pada terminal basis dapat menghasilkan perubahan arus listrik dalam jumlah besar pada terminal kolektor. Prinsip inilah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat elektronik. Rasio antara arus pada koletor dengan arus pada basis biasanya dilambangkan dengan β atau hFE. β biasanya berkisar sekitar 100 untuk transistor-transisor BJT.
FET
FET dibagi menjadi dua keluarga: Junction FET (JFET) dan Insulated Gate FET (IGFET) atau juga dikenal sebagai Metal Oxide Silicon (atau Semiconductor) FET (MOSFET). Berbeda dengan IGFET, terminal gate dalam JFET membentuk sebuah dioda dengan kanal (materi semikonduktor antara Source dan Drain). Secara fungsinya, ini membuat N-channel JFET menjadi sebuah versi solid-state dari tabung vakum, yang juga membentuk sebuah dioda antara grid dan katode. Dan juga, keduanya (JFET dan tabung vakum) bekerja di "depletion mode", keduanya memiliki impedansi input tinggi, dan keduanya menghantarkan arus listrik dibawah kontrol tegangan input.FET lebih jauh lagi dibagi menjadi tipe enhancement mode dan depletion mode. Mode menandakan polaritas dari tegangan gate dibandingkan dengan source saat FET menghantarkan listrik. Jika kita ambil N-channel FET sebagai contoh: dalam depletion mode, gate adalah negatif dibandingkan dengan source, sedangkan dalam enhancement mode, gate adalah positif. Untuk kedua mode, jika tegangan gate dibuat lebih positif, aliran arus di antara source dan drain akan meningkat. Untuk P-channel FET, polaritas-polaritas semua dibalik. Sebagian besar IGFET adalah tipe enhancement mode, dan hampir semua JFET adalah tipe depletion mode.
Kapasitor/kondensator
Definisi & Pengertian Kapasitor / Kondensator
Kapasitor atau yang dapat disebut juga sebagai kondensator adalah suatu jenis komponen Rangkaian listrik pasif yang dapat menyimpan energi dalam bentuk medan listrik sebagai akibat dari pengumpulan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik
Sejarah Kapasitor / Kondensator
Kapasitor ditemukan oleh penemu kapasitor ( Goblok lu, kita juga tau ) yang bernama Michael Faraday ( 1791 - 1867 ) dan untuk mengenang jasanya maka satuan Kapasitor disebut "Farad" yang berasal dari nama sang penemu. Pernahkah terlintas dibenak anda " Kok dinamai Kondesator?? " mengapa kapasitor sampai mempunyai nama lain kondensator?? adalah karena pada masa itu pada tahun 1782 dunia masih kuat akan pengaruh dari ilmuan kimiawi lainnya yaitu Alessandro Volta, yang berkebangsaan itali. Dimana pada masa tersebut segala komponen yang berkenaan dengan kemampuan untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya ia sebut dengan nama Condensatore ( Bahasa Itali ).
Simbol Kapasitor / Kondensator
Adalah simbol dari kapaitor non polar yang biasanya nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.
Adalah Simbol dari kapasitor polar elektrolit yang mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
Struktur Dari Kapasitor / Kondensator
Struktur dari sebuah kapasitor / kondensator terdiri dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrikum. Bahan-bahan dielektrikum antara lain : udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. saat kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif & negatif di awan.
Dioda
Dioda
Dalam elektronika, Dioda adalah piranti semikonduktor dengan bahan tipe-n yang menyediakan elektron-elektron bebas dan bahan tipe-p yang disatukan (P-N junction). Dioda merupakan suatu piranti dua elektroda dengan arah arus yang tertentu, dapat juga dikatakan dioda bekerja sebagai penghantar bila tegangan listrik diberikan dalam arah tertentu tetapi dioda akan bekerja sebagai isolator bila tegangan yang diberikan dalam arah berlawanan dari pergerakan elektron pembentuknya. Kristal pn sebagai penyusun dioda akan bekerja jika arus didalamnya hanya dapat mengalir dalam satu arah dan tidak sebaliknya. Hubungan ini disebut dengan rangkaian prategangan maju (forward bias). Pada dioda, kita mengenal potensial barrier yaitu beda potensial pada persambungan. Beda potensial ini menjadi cukup besar untuk menghalangi proses penyebaran difusi selanjutnya dari elektron-elektron bebas. Pada suhu ruangan potensial barrier bekerja sekitar 0,7 Volt untuk Silikon dan 0,3 Volt untuk Germanium.
Sifat kesearahan yang dimiliki sebagian besar jenis dioda seringkali disebut karakteristik menyearahkan. Fungsi paling umum dari dioda adalah untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah (disebut kondisi panjar maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (disebut kondisi panjar mundur). Karenanya, dioda dapat dianggap sebagai versi elektronik dari katup pada transmisi cairan.
Prinsip kerja
Dioda ditemukan oleh J.A Fleming pada tahun 1904, seorang ilmuwan dari inggris (1849-1945). Mungkin bagi anda seorang yang hobby dengan elektronika atau seorang sarjana elektro, mungkin anda sudah sangat familiar dengan komponen elektronika yang namanya dioda. Bahkan untuk memahami cara kerjanya mungkin sangat mudah sekali bagi anda. Dioda adalah salah satu komponen yang sangat sering digunakan seperti halnya resistor dan kapasitor. Secara sederhana sebuah dioda bisa kita asumsikan sebuah katup, dimana katup tersebut akan terbuka manakala air yang mengalir dari belakang katup menuju kedepan, sedangkan katup akan menutup oleh dorongan aliran air dari depan katup. Atau untuk bisa lebih mengetahui teori dasar dari dioda, berikut saya kan membahasnya.
I. Simbol Umum Dioda

Gambar simbol dioda
Dioda disimbolkan dengan gambar anak panah yang pada ujungnya terdapat garis yang melintang. Simbol tersebut sebenarnya adalah sebagai perwakilan dari cara kerja dioda itu sendiri. Pada pangkal anak panah disebut juga sebagai anoda (kaki positif = P) dan pada ujung anak panah disebut sebagai katoda (kaki negative = N).
II. Struktur Dioda Untuk Pertama Kalinya

Gambar Struktur dioda
Di atas merupakan gambar dari struktur dioda untuk pertama kalinya. Plate dirancang mengelilingi katoda, didalam katoda ditanam sebuah heater, dimana pada saat katoda dipanaskan maka, electron yang ada pada katoda akan bergerak menuju plate.
III. Bias Maju Dioda
Gambar dioda bias majuGambar di atas merupakan gambar karakteristik dioda pada saat diberi bias maju. Lapisan yang melintang antara sisi P dan sisi N diatas disebut sebagai lapisan deplesi (depletion layer), pada lapisan ini terjadi proses keseimbangan hole dan electron. Secara sederhana cara kerja dioda pada saat diberi bias maju adalah sebagai berikut, pada saat dioda diberi bias maju, maka electron akan bergerak dari terminal negative batere menuju terminal positif batere (berkebalikan dengan arah arus listrik). Elektron yang mencapai bagian katoda (sisi N dioda) akan membuat electron yang ada pada katoda akan bergerak menuju anoda dan membuat depletion layer akan terisi penuh oleh electron, sehingga pada kondisi ini dioda bekerja bagai kawat yang tersambung.
IV. Bias Mundur Dioda

Gambar dioda bias mundur
Berkebalikan dengan bias maju, pada bias mundur electron akan bergerak dari terminal negative batere menuju anoda dari dioda (sisi P). Pada kondisi ini potensial positif yang terhubung dengan katoda akan membuat electron pada katoda tertarik menjauhi depletion layer, sehingga akan terjadi pengosongan pada depletion layer dan membuat kedua sisi terpisah. Pada bias mundur ini dioda bekerja bagaikan kawat yang terputus dan membuat tegangan yang jatuh pada dioda akan sama dengan tegangan supply.
Berikut adalah beberapa macam dioda yang sering ditemukan :
- Dioda Bridge (4 buah dioda penyearah)
- Dioda Zener (Sebagai penstabil tegangan)
- LED (Light Emiting Dioda)
- 7 - Segment
- dll
Pada umunya dioda dibuat dari bahan semikonduktor sbb :
- Silicon, tegangan yang jatuh pada saat bias maju adalah 0,7 volt.
- Germanium, tegangan yang jatuh pada saat bias maju adalah 0,3 volt
Integrated Circuit (IC)
Integrated Circuit
IC adalah kepanjangan dari Integrated Circuit. IC terbentuk dari sebuah rangkaian yang sudah terintegrasi dan dibuat dalam satu buah chip komponen. Komponen IC sering dijumpai terutama pada Komputer, TV, Audio Hi-Fi, Radio dan Ponsel. Jenis IC yang paling populer adalah IC Op-Amp (operational amplifier) dan Mikroprosessor/Mikrocontroller. IC tersusun dari banyak komponen semikonduktor seperti Transistor dan Mosfet. Dalam teknik Digital IC logika yang tersusun dari transistor disebut IC TTL dan yang tersusun dari Mosfet disebut IC CMOS.
Simbol IC bermacam-macam sesuai dengan jumlah kakinya. Biasanya menggunakan bentuk kotak dan segitiga.
Contoh Simbol IC :
![]() |
| Add caption |
Contoh Simbol IC
Bentuk Fisik IC :
Contoh Bentuk Fisik IC
Contoh Skema Rangkaian yang menggunakan IC :
Langganan:
Postingan (Atom)
